Selamat datang di Website GPdI Penuaian Srigunting - Medan Tuhan Yesus Memberkati,

Saturday, April 11, 2015

Warta Jemaat Minggu, 12 April 2015

PERUBAHAN KARAKTER

Perubahan karakter adalah satu perubahan sikap dan sifat yang egois serta perubahan yang merasa diri lebih benar atau lebih baik dibandingkan dengan yang lain menuju kepada sikap dan sifat rendah hati dan tidak sombong serta tidak merasa diri lebih benar. Alkitab menjelaskan dalam Galatia 5:19-21 berkata : “Perbuatan daging telah nyata, yaitu pencabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu Kuperingatkan kamu, seperti yang telah Kubuat dahulu, bahwa barang siapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah”. Mengacu pada ayat tersebut, marilah kita memperhatikan dengan seksama dimanakah posisi kita berada ……… ? Apakah masih termasuk di dua bagian, tiga bagian atau keseluruhannya ……? Mari kita cari tahu dimana kita masih nyantol atau terikat oleh bagian-bagian ayat tersebut di atas.
Kita harus menyadari bahwa tidak ada seorangpun manusia yang suci dan tidak berdosa di hadapan Allah. Tetapi bukan pula ayat tersebut kita manfaatkan sebagai kesempatan untuk berbuat dosa dan tidak mau berubah, akan tetapi jadikanlah ayat tersebut sebagai kontrol untuk mau
berubah dalam seluruh aspek kehidupan kita masing-masing. Karena yang menentukan kita masuk tidaknya dalam kerajaan Allah adalah sikap dan sifat yang telah berubah menuju kepada kesempurnaan. Lama atau barunya kita dalam Gereja, pengurus atau jemaat biasa dalam Gereja, tidaklah menentukan kita untuk masuk ke Sorga, melainkan oleh karena kita telah menjadi berubah, dari pemarah menjadi pendamai, dengki menjadi peduli, iri hati menjadi rendah hati, suka menjelekkan menjadi peramah dan banyak hal sebagaimana yang telah tercantum dalam ayat tersebut di atas. Itu sebabnya banyak Gereja dan jemaat Gereja bahkan hamba-hamba Tuhan yang tidak masuk dalam pilihan Allah di atas masuk sorga, karena mereka belum mengalami perubahan dan transformasi serta pertumbuhan yang telah menjadi dewasa baik dalam iman, maupun dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Banyak kalangan dan pribadi yang mengklaim dirinya sudah menjadi hamba Tuhan atau anak Tuhan, tetapi sikapnya saja belum menjadi hamba malah menjadi Tuan ; bagaimana menjadi anak Tuhan, sedang dirinya sendiri tidak tunduk dan taat kepada tuannya … ? Maka dari situlah Tuhan Yesus berkata bahwa : “Banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih. Kitakah yang dipilih …. ? Hal itu sangatlah tergantung pada sikap serta karakter setiap insan dalam melakukan seluruh kehendak Allah lewat sikap dan perbuatan sehari-hari, baik dalam keluarga, Gereja, lingkungan dan semua kalangan.
Ada banyak orang Kristen yang imannya seperti kapal selam muncul tenggelam silih berganti. Kenapa demikian … ? Karena sikap dan perbuatannya belum pernah berubah. Seharusnya setiap kita berlaku hanya satu motto yakni “sekali bertobat selamanya milik Tuhan”, bukan lihat situasi atau keadaan, kalau lagi ada yang dimaui, maka rajin pada Tuhan, tapi kalau lagi sedikit terganggu jadi milik setan, sehingga banyak orang Kristen disebut Kristen bunglon, kalau dipohon yang hijau menjadi hijau warnanya tapi kalau di pohon yang coklat menjadi coklat warnanya. Jauhilah sikap yang demikian, karean Allah sangat benci dengan orang-orang yang berperilaku demikian. Amen.

No comments:

Post a Comment